Kereta Ekonomi AC (Menoreh)

Standar

beberapa bulan ini aku harus bolak balik Jakarta-Semarang buat Kerja Praktek dan Kuliah. buat transportasinya, aku lebih suka naik kereta dibanding bis. entah kenaa aku nggak terlalu suka naik bis walaupun kursinya nyaman. rasanya perjalanannya bikin mual, beda sama kereta. untuk kereta sendiri, biasanya aku naik ekonomi. alasannya apalagi kalo bukan murah. minimal seperempat harga kereta bisnis.

minggu lalu aku ada UTS, tetapi hari minggu aku udah harus balik ke jakarta buat ngelanjutin KP. karena udah pernah kejadian kehabisan tiket kereta, aku beli tiket hari rabu buat berangkat hari jumat. aku pikir aman, apalagi nggak deket long weekend.

sendirian aku naik jupiterku ke stasiun poncol. waktu lagi antri, aku ngeliat ada kertas yang ditempel di kaca loket. “Kereta menuju Jakarta tersedia tanggal 6 (hari selasa)”. jeng jeng, ternyata aku lagi-lagi kehabisan tiket padahal udah beli cukup jauh dari hari perjalanan. setelah sempet bingung dan galau antara naik kereta bisnis atau bis, aku akhirnya ke stasiun tawang buat beli tiket kereta bisnis.

di pusat informasi, aku baru tahu kalo ternyata kereta Senja Utama (bisnis) udah diganti sama kereta Menoreh (ekonomi AC). harganya sih lumayan mahal 155.000 (kalo ekonomi biasa 33.500). tapi berhubung aku nggak pernah naik bis ke Jakarta, nggak tau harus turun dimana, dan sendirian, akhirnya dibelilah itu tiket kereta ekonomi AC. itung-itung nyobain lah.

hari minggu sekitar jam 7 aku berangkat dari rumah, dijemput temen. setelah sempet ngebut, berhenti sebentar buat make jas hujan, kehujanan, kebanjiran, akhirnya kita berdua sampe di stasiun tawang sebelum keretanya jalan. begitu ngeliat keretanya, langsung kerasa kalo ini kereta baru, bukan kereta lama yang dimodifikasi. antara gerbong ke sambungan dan kamar mandi, ada pintu gesernya jadi kita nggak ngerasa berisik. adem, karena pake AC (bisnis aja ada yang pake kipas angin), toiletnya lebih lega dan pake kloset duduk, bukan kloset jongkok yang bawahnya bolong. seatnya juga dua dua, bukan dua tiga jadi lorongnya lega, duduknya juga nggak mpet-mpetan. kondisinya juga bersih, walaupun mungkin itu efek dari kereta baru. orang-orang jualan juga cuma nemu waktu kereta berhenti lama di cirebon, selebihnya nggak ada.

menurutku, kereta ini lebih nyaman dari kereta bisnis. yang bikin nyadar kalo kereta ini tu kereta ekonomi cuma bangkunya yang nggak seempuk bisnis atau eksekutif dan nggak bisa diputer jadi kita harus hadap hadapan dan rebutan narok kaki sama orang di depan kita. dan satu lagi, kebiasaan orang-orang buat “nggelar lapak” dan tidur di lantai kereta walaupun mereka punya tiket dan dapet tempat duduk, hal ini jarang banget keliatan di kereta bisnis. dan karena itu juga semaleman kakiku harus nangkring di bangku gara-gara orang di depan aku tidur di lantai persis di tempat harusnya aku bisa narok kaki.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s