jaim, perlu ya?

Standar

tadi pagi aku ngobrol sedikit sama temen. tentang freemason, konspirasi, nyrempet ke jokowi, nyrempet ke pencitraan. aku nggak mau bahas tentang konspirasi, freemason, atopun gubernur. selain nggak ngerti ilmu dan sulit dilogika, bahasan itu cuma bikin pusing.

aku lebih tertarik sama kata-kata temenku, “jokowi bagus dalam hal apa? mobil esemka? walikota terbaik? pencitraan itu na”. aku nggak mau bahas tentang prestasi, apakah itu memang betul atau lagi-lagi konspirasi, tapi aku mau bahas tentang pencitraan. dan saya harus kembali mengingat-ingat kuliah PSDM yang pernah aku dapat serta opini aku tentang hal ini.

menurutku, pencitraan itu bagaimana kita dimata orang lain atau istilahnya image atau labelling. hanya saja pencitraan itu dibuat agar orang memiliki kesan yang baik terhadap kita. apakah kita punya image baik, humoris, penolong, pintar, macem-macem deh. dan sadar ato nggak, kita yang sebagai orang biasa pun pasti memikirkan tentang pencitraan, sadar atau nggak.

misal nih, orang yang punya citra pinter, IP tinggi, rajin, nggak pernah nyontek. citra mahasiswa ideal di mata orang tua deh. pada suatu saat, dia kepentok. lagi banyak masalah, tiba-tiba ngerasa capek, dan bisa aja dia tiba-tiba kelupaan nggak ngerjain tugas dan ngeblank waktu ujian. secara nggak sadar, pasti ada deh pikiran “apa kata orang-orang kalo aku nggak ngerjain tugas, IPku jelek. pasti diejek, pasti nggak ada yang mau deketin, bla bla bla yang lain”

kalian pernah ngerasa gitu juga kan? saat ngelakuin hal diluar kebiasaan kita, kadang kita berfikir apa pendapat orang lain dan apa efeknya buat kita. atau kasus orang yang nggak menjadi dirinya sendiri biar bisa dapet image tertentu dan masuk kelompok tertentu. tuh kan, sadar ato nggak, kita pun melakukan pencitraan.

kita aja butuh pencitraan, apalagi public figur? pencitraan mereka harus lebih canggih dong. cari banyak prestasi biar bisa dibanggain. atau cari sensasi biar bisa diperhatiin #bedatipis. pencitraan mereka dilakukan melalui media. bagian mana yang mau diangkat, bagian mana yang mau dihilangkan.

tujuan pencitraannya ya macem-macem. yang jelas, tujuan utamanya adalah membentuk opini publik seperti yang mereka harapkan.

pencitraan itu baik, tapi jangan sampai berbohong atau memaksakan diri untuk membuat citra baik ya 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s