Kampus Saat Ini (Part 1-Kaderisasi)

Standar

setahun ini aku ngerasa ada banyak hal yang berubah di kampusku. dari organisasi, mahasiswa, pengkaderan, kebijakan, sampai birokrasi. coba mahamin satu-satu yuk. tapi sebelumnya maaf kalo terkesan subjektif, ini adalah hasil pengamatan dan diskusi kecil dengan teman-teman.

 

pengkaderan

dulu, kampusku terbiasa dengan pengkaderan satu tahun. mahasiswa baru akan dikader dan dibimbing oleh senior 2 tahun di atasnya. akhir dari pengkaderan ini adalah pelantikan yaitu diterimanya mahasiswa baru sebagai keluarga besar. pelantikan ini juga tercantum di buku kaderisasi baik universitas maupun fakultas sebagai bagian dari alur kaderisasi dan syarat untuk mengikuti organisasi dan alur selanjutnya. pembimbingan ini berisi beberapa materi yang disesuaikan dengan maba yang ada. memang ada beberapa tradisi yang ada, tetapi pelaksanaan akan disesuaikan dengan inputnya.

pada tahunku (2009), kami mengalami masa pengkaderan selama 1 tahun. kita resmi dilantik setelah ujian akhir semester 2. tapi dulu angkatan 2007 tetap membolehkan kita mengikuti semua organisasi dan kepanitiaan walaupun belum dilantik dengan titel “anggota muda” di himpunan. hal ini menolong kita yang ingin berrganisasi untuk tetap belajar walaupun belum dilantik.

di tahun 2010, pambimbingan terjadi selama sekitar 9 bulan. mereka dilantik setelah ujian tengah semester 2. mereka tetap boleh masuk organisasi, tetapi tidak untuk HMS. karena itu pada tahun 2011 ada dua kali open recruitment. yang pertama untuk umum, yang kedua untuk 2010 yang diadakan setelah mereka pelantikan. hal ini membuat mereka mengikuti alur yang ada, tetapi yang disayangkan adalah angkatan 2010 melewati beberapa hal yang ada di dalam himpunan, salah satunya adalah rapat kerja sehingga mereka tidak bisa ikut menentukan apa saja yang akan dilakukan himpunan satu tahun kedepan.

di tahun ini kebetulan aku memegang jabatan sebagai sekretaris bidang PSDM, sehingga aku harus tahu segala hal tentang pengkaderan. di dalam PSDM sendiri sering ada rapat tentanmg pengkaderan. saat itu dari fakultas sudah memerintahkan bahwa kaderisasi jangan melebihi 6 bulan (januari dilantik). dan yang aku ingat, saat  itu ada beberapa jurusan yang menyatakan belum sanggup. jurusanku, teknik mesin, teknik perkapalan. sebenarnya saat itu aku mau-mau saja untuk mengiyakan karena menurutku bukan waktu yang menjadi tolak ukur kapan pelantikan, tetapi kuantitas dan kualitas pemberian materi serta perkembangan maba itu sendiri. tapi memang tidak semudah itu merubah tradisi yang terlanjur mengakar.

di tahun 2011, aku ingin bisa merubah tradisi yang tidak perlu dan menambahkan hal yang menurut kita baik. rencana kapan dan apa saja materi yang ingin diberikan disusun. awalnya kita mencoba menargetkan pelantikan di bulan januari. tetapi ternyata kita tidak sanggup dan materi belum semuanya tersampaikan. disini kami juga mencoba menyamakan gerakan mars sipil yang berbeda antara angkatan ganjil dan genap. kita juga merubah tradisi bahwa yang tidak ikut pelantikan membuat sebuah acara dan akhirnya semuanya mendapatkan jaket angkatan dan himpunan. tetapi kita mengadakan dua kali acara dan yang tidak hadir di kedua acara tersebut makan harus ikut pelantikan tahun berikutnya jika ingin mendapatkan jaket dan ikut organisasi.

di tahun 2012, pengkaderan dipaksa harus 2 bulan.  angkatan 2010 sebagai pengkader dipakasa memutar otak untuk membuat sistem yang efektif agar maba mendapatkan semua materi dalam waktu 2 bulan tersebut. tetapi kenyataannya target ini belum bisa dicapai. ada beberapa materi yang belum tersampaikan tetapi tanggal 23 November kemarin mereka sudah harus dilantik secara birokrasi karena senat serta birokrasi sudah mengultimatum dengan segala ancamannya. dan semalam kita semua berdiskusi dari angkatan 2008 sampai 2012. ternyata mereka masih menginginkan untuk dibimbing dan ingin dibuatkan acara pelantikan seperti yang sbelum-sebelumnya. dan ini tantangan yang harus kita selesaikan saat ini.

kaderisasi memang bukan hal yang terikat oleh waktu. tidak harus ada waktu tertentu untuk melaksanakan tahapannya. saat mahasiswa tersebut memang sudah mampu, mereka akan “naik kelas” dan mengikuti proses selanjutnya. dan kaderisasi tidaklah selesai sampai ditahap pelantikan, karena yang namanya kaderisasi adalah pengembangan diri, dan perkembangan diri manusia hanya dibatasi oleh kemauan manusia itu sendiri, apakah dia ingin terus berkembang atau berhenti.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s