Temu Wicara Regional Jawa Tengah, FKMTSI

Standar

Kemarin tanggal 23-24 desember mahasiswa sipil se jawa tengah yang tergabung dalam forum komunikasi mahasiswa teknik sipil indonesia (FKMTSI) wilayah VIII punya gawe, yaitu temu wicara regional
Acara berlangsung 2 hari di semarang dan dihadiri oleh 9 universitas yaitu universitas diponegoro (undip), universitas negeri semarang (unnes), universitas semarang (usm), universitas 17 agustus 1945 semarang (untag), universitas islam sultan agung (unisula), universitas tidar magelang (utm), universitas muhammadiyah purwokerto (ump), universitas jendral soedirman (unsoed), dan universitas sains alqur’an (unsiq).
Hari pertama ada kongres yang bertempat di gedung rektorat unnes dan dibuka dengan tari gambyong yang sudah dimodifikasi. Kongres ini berisi pembacaan hasil temu wicara nasional di aceh dan pemilihan koordinator wilayah yang baru untuk menggantikan mas agus apriliano.
Pemilihan diawali dengan pembacaan visi dan misi dari setiap calon dari masing-masing universitas. Setelah beberapa tahapan dan diskusi dan voting, akhirnya terpilihlah yoga oktavian dari unnes sebagai korwil jateng periode ini.
Acara dilanjutkan dengan seminar tentang kegagalan jalan tol semarang solo untuk pembelajaran di masa depan dengan dua pembicara yaitu bapak muhrozi dan pak bambang haryadi.
Selesai kongres dan seminar, kita semua ke penginapan watulawang di daerah papandayan. Selepas isya kita semua berkumpul untuk makan dan serasehan. Para alumni saling berbagi pengalaman dan kita merencanakan apa apa yang harus dilakukan agar fkmtsi regional jateng tidak lagi vakum dan menjadi forum yang bermanfaat serta banyak peminat.
Akhirnya kita sepakat membentuk 4 sub wilayah dengan sub koor. Ada semarang dan sekitarnya, solo+klaten, purwokerto+wonosobo, dan magelang+purworejo. Kita juga punya beberapa rencana buat promosi fkmtsi ke mahasiswa.
Hari kedua, kita ada penanaman mangrove. Penanamannya kita lakuin di daerah sayung, demak. Nama desanya kalo nggak salah bogorame. Daerah ini merupakan daerah abrasi nasional, makanya harus bener bener dijaga kalau nggak mau daerah ini hilang. Kita nanem lebih dari seribu bibit di tempat yang udah ditentuin sama pengelolanya. Setelah diajari teknik penanaman, pemasangan anjir sebagai penyangga dan cara mengikat yang benar, kita rame rame nanem bibit mangrove.
Tempat yang kita tanamin 3 tahun lalu masih berupa tanah lapang yang bisa dipake anak anak sepak bola. Sekarang udah berubah menjadi lahan dengan lumpur setengah betis dan air sepinggang. Di beberapa tempat bahkan airnya mencapai dada dan lumpur merendam betis.
Setelah selesai melakukan penanaman, kita pergi ke kota lama. Disini kita ngobrol, foto, dan pemberian kenang kenangan.
Berhubung hari sudah sore, kita harus kembali ke penginapan untuk mengambil kendaraan masing masing untuk kemudian pulang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s