Kepo

Standar

Don’t ask question that you don’t want to know the answer

Kemaren aku habis nonton man in black 3 hasil ngopi dari hardisk si eiger. Dan itu adalah kata kata agent K saat agent J bertanya tentang ayahnya. Awalnya aku nggak paham kenapa dia menjawab seperti itu. Bukankah kejujuran itu baik walaupun menyakitkan?
Akhirnya di film tersebut diceritakan tentang ayah agent J, dan dia mengetahui hal tersebut dalam sebuah ketidaksengajaan. Dan ternyata mengetahui hal tersebut merubah persepsinya dalam memandang suatu hal. Dan dapat merubah sikapnya. Walaupun untungnya perubahan itu baik.
Aku jadi berkaca pada diriku sendiri dan orang orang di sekitarku. Tau kan sekarang ini istilah kepo (knowing every particular object a.k.a mau tau aja a.k.a ngorek ngorek) lagi in banget. Kita suka nyari tau tentang orang lain lewat object atau orang lain lagi. Dan kepo ini dilakuin dengan berbagai alasan. Dari pengen mengenal lebih jauh, dapet gosip terkini, ndeketin gebetan, atau sekedar memuaskan keingin tahuan (aku dapet istilah itu dari orang).
Kadang hasil dari kepo ini baik. Jadi tau hal yang disukai orang sehingga kita tau harus ngado apa waktu ulang tahun. Tau kegiatan orang jadi nggak canggung kalo ketemu karena ada bahan obrolan.
Kadang kala hasil dari kepo ini kurang baik. Kita jadi tau keburukan orang dari orang lain, dan kadang kita menelannya mentah mentah. Kemudian kita menjauhi orang tersebut hanya karena omongan orang yang mungkin aja emang nggak suka. Atau kadang malah bikin sakit hati kita kaya kasus ngepoin gebetan trus tahu kalo dia udah punya pacar yang super duper cantik.
Bukankah akan lebih menyenangkan kalau kita mengetahuinya secara alami? Atau bertanya langsung kepada yang bersangkutan? Karena yang kita tahu adalah hal yang sebenarnya. Bukan kesimpulan yang kita buat sendiri berdasarkan hal hal yang kita lihat atau dengar dari orang lain.
Aku rasa yang berhak kepo adalah pak polisi atau detektif atau psikolog yang memiliki ilmu deduksi yang baik. Kalau kau ingin kepo dalam hal bersosialisasi, rasanya aku punya beberapa tips. Diantaranya sikap netral, jangan terpancing emosi, jangan langsung percaya, konfirmasi pada yang bersangkutan, punya mental yang kuat.
Aku jadi inget aku pasti diomelin kalo udah mulai kepo
“ngapain to kamu baca baca kaya gitu? Apa untungnya?”
“pengen aja. Biar aku tau gimana aku harus menempatkan diri”
“trus apa yang kamu dapet?”
“tau kondisi dan tau posisi”
“dengan cara menyimpulkan sendiri? Apa yang kamu simpulkan belum tentu benar. Apa yang ditulis belum tentu benar. Ada kemungkinan bukan tentang hal yang kamu cari. Ada kemungkinan dikembangkan agar menarik. Dan sangat besar kemungkinan kamu akan salah paham.

Kalau kamu tau hasilnya bakal nyakitin dan bikin kamu berubah, nggak usah iseng nyari tau. Kalo kamu sakit ati, aku nggak mau tanggung jawab

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s