Passionate

Standar

Passion itu berbeda dengan hobi. Passion tak selalu senang. Menurut saya, passion adalah saat saya merasa saya hidup

ridho anggoro

topik hari ini adalah passion. Semua orang pasti memiliki passion terhadap hal hal tertentu, masalahnya adalah apakah kita sudah atau belum menemukan dan menyadarinya. Dan passion ini adalah hal yang dapat membuatmu terus bergairah dan terus bergerak. Aku sendiri belum benar benar menemukan apa minat terbesarku. Masih ada banyak yang menarik hati, belum fokus, dan pada dasarnya aku mudah bosan. Padahal kalau yang namanya passion, kau tak akan menemukan rasa bosan.

 

Dulu waktu kecil aku suka dengan dunia musik dan seni lainnya. Dari SD aku sudah ‘didaulat’ oleh bapak untuk menyanyi di acara yang beliau hadiri. Dan karena penontonnya bapak dan ibu, jadi jangan heran kalau aku tau lagu lagu jadul karena aku harus menyesuaikan. Aku juga masih ingat, saat kecil, mungkin tk, kalau aku sulit tidur mbah pasti ngajak nonton tembang kenangan atau wayang tengah malam di televisi. Bukannya ngantuk, aku malah menikmati sampai selesai. Aku juga suka menari. Tapi sayang setelah kelas 2 smp aku tak lagi menari. Bukan karena bosan, tapi menari bukanlah hal yang bisa dilakukan sendirian.

Minatku berikutnya adalah buku. Aku memang tidak terlalu ingat, tapi katanya aku ‘lompat’ dari tk a ke tk b karena aku sudah bisa membaca. Dan katanya lagi, aku bisa membaca karena sudah ‘disuguhi’ koran sejak umur 2 tahun. Dan ya, aku memang suka membaca, hampir apapun. Dulu waktu aku masih tinggal di surabaya, saudaraku punya koleksi ensiklopedi yang selalu aku usahakan untuk membaca semuanya. Saat kelas 1 smp kelasku masuk siang dan aku selalu datang minimal 1 jam lebih awal hanya untuk masuk ke perpustakaan dan membaca. Dan saat berjalan jalan di mall kemudian aku tiba tiba menghilang cukup lama, kemungkinan besar aku ada di toko buku. Dan bukan hanya buku yang menyihirku, tapi segala macam alat tulisnya pun bisa bikin aku betah.

Selanjutnya ada kerajinan tangan. Dari jahit, sulam, rajut, kertas, papercraft, recycle project sampai membuat buku. Rasanya lebih keren kalau barang yang kita gunakan itu barang yang kita buat sendiri. Rasanya pengen bener bener total disini, tapi sayang masih punya tanggungan kuliah yang belum selesai. Hahaha.

 

Aku masih punya mimpi buat punya toko, namanya libellule, bahasa prancisnya capung. Cafe kecil dengan buku yang bisa kau baca di tempat atau kau beli dengan berbagai pernak pernik yang dapat kau pelajari cara membuatnya. Dan aku ingin ini bisa menjadi kegiatan sosial. Entah kapan akan terwujud. Tapi aku harap benar benar terwujud.

Pasti menyenangkan saat kau menjalani hidup sesuai passion. Temukan, dan buat hal tersebut menjadi lebih baik bukan hanya untukmu tetapi juga untuk orang lain 🙂

Iklan

One response »

  1. Ping-balik: Memulai Bisnis | Kantong Ungu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s