Monthly Archives: Februari 2014

Merapiku, Merapimu, Merapi Kita (Part 2 – Bencana)

Standar

Pada tanggal 26 Oktober 2010, Gunung Merapi kembali meletus. Dan kali ini letusannya cukup dahsyat. Hal ini cukup untuk membuat kita bergerak. Membantu sebisa kita. Cerita ini nggak dimaksudkan untuk pamer. Aku cuma berbagi cerita.

Saat itu beberapa mapala punya niat untuk bergabung dan membantu menyumbangkan sedikit yang kita punya dan jadi relawan kalau memang dibutuhkan. Waktu itu kita berencana ke daerah Magelang (aku lupa dimana tepatnya). Berhubung persiapan yang berbeda-beda, kita akhirnya berangkat per organisasi.

Kita berangkat sore hari dari Semarang. Setelah tanya sana sini, akhirnya kita ada di jalur yang tepat buat nyusulin temen-temen yang udah duluan berangkat. Tiba-tiba kita di stop di tengah jalan. Katanya Merapi baru aja meletus lagi dan nggak aman buat nerusin ke atas. Akhirnya kita berhenti dan merhatiin situasi dari tempat itu. Ternyata tempat kita berhenti itu merupakan sebuah posko relawan dari Jalin Merapi (bukan posko pengungsian lho ya. disini tempat kita bisa nyalurin bantuan. jadi yang ada disini bukan pengungsi tapi kerdus bertumpuk-tumpuk)

Rombongan kita mutusin buat kita stay disitu, bukan ikut naik ke atas. Pertimbangannya sih di atas udah banyak orang sedangkan di posko ini cuma ada dari orang Jalin Merapi yang cuma segelintir. Dan tim Jalin Merapi ini seneng waktu tahu kita mau bantu bukan cuma ngasih barang terus pergi, apalagi kita bawa motor. Akhirnya diputuskan kita bantu untuk pendistribusian barang ke posko pengungsian yang ada di sekitar situ.

Tugas detailnya sih kita ngedata ada berapa orang yang ada di suatu pengungsian dn dibagi menurut jenis kelamin serta umur. Ini bertujuan untuk memberikan bantuan dengan jumlah yang cukup. Kita juga harus mendata apa yang dibutuhkan di suatu posko. Setelah data tersebut masuk, kita mulai pack barang-barang yang diperlukan. Jangan lupa didata ya. Ketelitian dan kecepatan sangat dibutuhkan disini. Kalau semua udah siap, baru deh kita anter ke posko pengungsian tersebut. Cukup kita kasih ke koordinator di tiap posko. Masalah distribusi ke perorangan akan di hande mereka.

Distribusi ini nggak tentu jamnya. Tapi biasanya pagi, siang, atau sore. Di sela-sela itu kita bantu untuk bagi-bagi masker ke penduduk sekitar. Pada kondisi tersebut, ada beberapa sekolah yang tetap masuk lho. Biasanya sih yang nggak terlalu kena efek debu.

Kita memang nggak bisa lama bantu disana. Masih ada tanggung jawab lain. Tiga hari kita bantu di posko jalin merapi dan kita cukup dikenal sebagai tim oren. Emang kita suka agak rusuh sih, tapi lumayan lah bisa bikin mereka tertawa.

Berbagi itu menyenangkan. Bukankah kalian akan terharu dengan senyuman mereka?

Iklan

Merapiku, Merapimu, Merapi kita (Part 1 – Pendakian)

Standar

Kalau ditanya gunung apa yang paling berkesan, pasti aku jawab Gunung Merapi. Bukan karena aku tinggal disana, bukan. Bukan juga karena gunung yang paling aku sering daki, bukan. Gunung yang paling sering kukunjungi itu Gunung Ungaran, setahun hampir dua kali kesana buat diksar sama pelantikan. Aku memang nggak terlalu banyak ndaki, tapi Merapi cukup sering aku kunjungi

Pendakian Pertama, Desember 2009

Gunung Merapi adalah gunung pertama yang aku daki. Jadi ceritanya Desember 2009 ada serah terima jabatan mapateksi. Dan kebetulan waktu itu calon anggota (anak-anak yang pengen masuk mapateksi) boleh gabung jadi panitia. Dan aku milih jadi PJ survey. Sempet agak diomelin tuh, cewek kok jadi tim survey. Tapi setelah ngeyel akhirnya dibolehin juga.

Sekitar seminggu sebelum acara, kita survey langsung ke TKP. Dan karena saya anak baru dan belom pernah naik gunung, aku ngrayu anggota buat aku ngajak dua temen SMA ku, yoga dan rifwan, yang juga dedengkot resmaepala (sispala nya SMA 4 Semarang). jadilah aku, yoga, rifwan, imam komting, uban, mas yayan, mas iqbal berangkat ke Merapi.

Aku nggak inget jam berapa kita mulai ndaki. Kalo nggak salah sih sekitar jam 1 pagi. Namanya juga pendakian pertama, jadi maklumin aja kalo lama. Apalagi jalan dari basecamp ke tulisan “new selo”, berat banget. Langsung nanjak dan jalan aspal. Kalo kata orang, lebih enak nanjak di dalem hutan daripada jalanan aspal. Tapi setelah dapet ritmenya, udah mulai enak dan nggak banyak istirahat. Kata rifwan sih aku kebalik sama kebanyakan orang yang biasanya semangat di awal tapi setelah setengah jalan mulai banyak berhenti dan melambat.

Kita sampe pasar bubrah pas matahari mulai muncul. Tapi sayangnya cuaca hari itu nggak terlalu baik. Kabut tebel, angin kenceng, sampe kita sempet ngeliat tenda terbang. Mas yayan sama mas iqbal lanjut ke puncak, ngejar sunrise katanya. Sedangkan kita berlindung di sela sela batu besar sambil berusaha bikin kopi panas.

Begitu kabut mulai hilang, baru deh kita berlima nyusulin ke puncak. Dan jalan ke puncak ini emang harus ekstra hati-hati. Kerikil dan batu-batu kecil dimana-mana. Nggak ada jalur pasti, asal kamu lihat ada jalan yang cukup kokoh buat diinjek, lewat aja. Dan kita harus peka denger teriakan dari atas yang ngasih tahu ada batu jatuh. Tapi pemandangan di puncak emang jos banget walau masih tetep berkabut. dan yang jelas sih kita foto-foto yang banyaak.

Setelah puas dan mulai panas, akhirnya kita turun dan aku super kaget karena jalurnya ternyata terjal banget. Aku sampe tanya apa iya ini jalur yang semalem kita lewatin. Jadi emang bener sebaiknya kita (apalagi pemula) naik itu pas malem. Selain dapet sunrise, kita juga nggak pesimis sama medan yang kita daki.

15864_1172655917900_5319921_n edit

15864_1168912544318_4642852_nPS : ya, fotonya ada item-itemnya. itu fotoku sengaja aku ilangin. waktu itu belom pake jilbab. hehe 🙂

 

Pandakian kedua, Desember 2009

Seminggu kemudian kita ke Merapi lagi. Dan aku diminta jadi tim advent yang berangkat sehari sebelum acara. Kalo nggak salah waktu itu aku, mas mukti, mas langlang, mas yayan yang berangkat duluan. Sore mereka naik lagi ke puncak buat ngecek ulang, dan aku stay di basecamp. Selain mereka butuh cepet, harus ada orang yang stay buat ngecek makanan plus nyiapin kalo rombongan dateng.

STJ kali ini merupakan penyerahan jabatan dari mas yanto ke mas sendi. Dan acara ini boleh diikuti sama mahasiswa sipil secara umum. Dan 2007 yang paling rame. 2009 yang mau gabung ke mapateksi juga banyak yang ikut. Cuacanya bagus hari itu. Tapi pulangnya aku perosotan sama nurul gara-gara capek kepeleset dan diketawain mas yayan sama mas sendi sepanjang jalan. Dan mereka berdua ini setia banget nemenin kita padahal mereka bisa lari dan sampe duluan.

 

Pendakian ketiga, November 2011

Ini adalah pendakian berikutnya ke Merapi, dan pendakian kali ini membawa misi mulia, yaitu penanaman selain juga serah terima jabatan dari mas yayan ke fiqi. Sebelum ini, pada tahun 2010, Merapi meletus cukup besar. Dan letusan ini mengakibatkan Merapi yang udah gersang jadi makin gersang. Berhubung kami adalah pecinta alam, kami juga harus menjaga kestabilan alam doong. ahay.

Pendakian ini cukup gila buat beberapa orang, karena ada dua agenda yang tabrakan yaitu kunjungan Himpunan ke UGM dan penanaman Merapi. Buat kita yang ikut dua organisasi tersebut pasti pengen ikut dua-duanya dong. Jadilah aku, mas mukti, mas osa, mas hamanda, beserta boncengan kita masing-masing yaitu mas randy, mbak arika dan mas putra, menggila muterin gunung Merapi dari jogja ke boyolali. (ya, jogja memang kaki gunung merapi dan ada jalur ke puncak. tapi itu jalur lahar. jalur pendakian yang aman itu lewat selo, boyolali).

Berhubung aku masih berasa capek, aku turun belakangan. Waktu itu sempet ngikut rombongan, tapi karena berbagai hal akhirnya pada kepencar. Dan yang paling heboh adalah waktu kita nemu simpangan dan aku nggak yakin lewat mana. Udah dua tahun yang lalu aku ke Merapi dan nggak pernah jalan sendiri. Eh kebetulan ada mbak sama mas di depan kita, entah rombongan yang ikut acara mapateksi (buat umum soalnya) atau kebetulan lagi ndaki juga. Mereka ambil kiri, ya udah kita ikutin. Eh tiba-tiba mereka belok ke kanan (waktu itu jarak kita lumayan jauh). Dan di tempat kita liat mereka belok itu kita nggak nemu jalan. Nah lho, mereka tadi nerabas lewat mana coba. Karena nggak yakin dan mbak mas itu udah nggak kelihatan, kita coba aja ngikutin jalan. Beberapa kali kita ketemu pencari rumput. Bilangnya sih jalan ini bisa tembus ke basecamp walau aku tahu ini bukan jalan yang dulu pernah aku lewatin. Puncaknya, jalan itu buntu. Di depan kita ada kebun sayur, dan kanan kiri rumput-rumput. Oke, fix kita berdua nyasar!

Disitu udah bener-bener punya pikiran buat niup peluit dan teriak Mapateksi biar ditolongin. Tapi nggak mungkin aku nunjukin muka panik doong. Sayup-sayup kita denger suara-suara banyak orang. Feelingku sih kita udah deket sama new selo, akhirnya kita puter balik dan belok ke kiri (menurut kita, kita berdua terlalu ke kiri kalo dilihat dari puncak). Dan ternyata jalur itu turun curam habis itu nanjak hebat. Keluar dari jalan kecil itu, kita nemu jalan setapak yang agak lebar dan aku samar-samar kenal sama daerahnya. Bener aja, kita nembus di deket New Selo dan kepisah satu lembah. Bener-bener bersyukur deh ketemu jalannya dan bisa balik lagi.

Tapi sayang gara-gara itu kita nggak ikut nanem karena udah mau selesai dan semua bibit udah disebar. Dan nggak banyak foto-foto juga gara-gara nggak ikut upacara (kram perut jadi anteng aja di tenda DU)

(itu dia si fiqi, ketua dari angkatan Eka Kulasentana)

 

Itu dia beberapa cerita tentang Merapi bab pendakian yang pernah aku lewatin. Tunggu cerita Merapi bab berikutnya yaa (berasa kaya buku aja ada bab nya)

gifts for graduated friends

Standar

udah lama banget banget nih nggak nulis. maklum, (sok) sibuk. hahaha. hari ini lagi agak males buat cerita nih. jadi mau pamer aja deh. hehe.

januari kemaren, seperti biasa ada wisudaan kampus. dan periode ini banyak temen-temenku yang wisuda. sebagai teman yang (sok) baik, aku bikin beberapa amigurumi buat mereka. nggak bisa semua dikasih sih, kendala waktu sama aku yang belum bener-bener mahir buat ngerajut. tapi dengan penuh semangat tetep berusaha ngebuat sebanyak mungkin.

yang tiga ini cukup spesial, buat cewe cewe kece yang paling sering aku ribetin dan selalu nyediain tempat nginep di tembalang. entah karena lagi males di rumah atau udah kemaleman buat pulang (soalnya nyetir motor sendiri. kalo udah di atas jam 12 malem mending nginep deh)

tadinya mau dibikin mirip kaya orangnya. di sanggul buat mbak lili, terus dikasih kerudung buat nurul sama dewi. trus dipakein toga. sampe udah cari kain item sama perca kebaya. tapi berhubung kemampuan jahit tanganku super terbatas, aku cuma berhasil bikin baju yang model kemben. itupun yang satu dapet baju barbie yang kebetulan pas. akhirnya cukup puas sama boneka rajut kaya yang di bawah ini 🙂

DSC_0002 DSC_0001 Camera 360

o iya, pola ini aku dapet dari sini. awalnya boneka ini merupakan replika dari boneka bleuette (semacam barbie tapi dari prancis). tapi berhubung beda ukuran benang dan jarum, ukuran yang aku buat juga jadi beda. dan rambutnya aku pasang sendiri, bukannya pake wig kaya di pola aslinya. dan yang hebat dari pola ini adalah pergelangan tangan, kaki, dan kepalanya bisa digerakin. karena alasan itu juga boneka ini nggak aku masukin ke kotak mika.

yang berikutnya buat iskha yang fans berat sama doraemon. polanya aku dapet dari sini. perjuangan banget buat nerjemahin polanya karena ditulis dalam bahasa spanyol. akhirnya berkat google translate dan hasil mengira-ngira apa artinya, jadi juga doraemonnya (yang akhirnya agak cacat gara-gara aku nggak bisa nyulam di permukaan boneka rajut. dan aku lupa masang kalung. pola tinggallah pola. yang menentukan bagus atau nggaknya hasil akhir tetep mereka yang bikin).

DSC_0004

kalo ini buat grace yang (selalu minta buat dipanggil) cantik. kalo aku bilang ini ‘a lucky cat for a lucky girl’. boneka maneki neko warna ungu. dia emang suka ungu, dan suka kucing. jadi ya udah deh aku bikinin maneki neko (kucing keberuntungan dalam tradisi cina. itu lho, patung kucing yang melambai lambai yang sering ada di toko yang pemiliknya orang cina). polanya aku dapet dari sini. hasil jadinya super lucu, sampe agak nggak rela buat ngasihnya. hehehe

DSC_0003

 

berikutnya ada owl unyu. tadinya mau buat susi. tapi ditunggu berjam-jam nggak nongol juga ni orang. akhirnya aku kasih ke mas rudi sama mbak ega deh owl nya. ini amigurumi super simple, tapi hasilnya super lucu. dapetnya dari sini. o iya, aku juga suka banget sama a morning cup of jo ini. polanya simple, tapi lucu. dan dia ngebolehin kita buat jual hasil bonekanya asalkan nggak diklaim kita yang buat polanya. baru ini lho aku nemu orang yang ngebolehin kita ngejual hasil jadinya 😀

ada juga kupu kupu ungu buat kiki ‘butterfly’. kalo yang ini aku bikin jadi bros biar bisa dipake di kerudungnya dia. biar makin afdol deh cintanya dia sama kupu kupu dan warna ungu.

DSC_0005

 

 

and it’s time for a photo group 🙂

DSC_0006

doa aku ke kalian akan jauh lebih besar dari kenang-kenangan kecil ini. selamat wisuda, selamat menjalani hari hari yang lebih menantang ke depannya, selamat selamat!!

IMG_20140128_002416