Merapiku, Merapimu, Merapi Kita (Part 2 – Bencana)

Standar

Pada tanggal 26 Oktober 2010, Gunung Merapi kembali meletus. Dan kali ini letusannya cukup dahsyat. Hal ini cukup untuk membuat kita bergerak. Membantu sebisa kita. Cerita ini nggak dimaksudkan untuk pamer. Aku cuma berbagi cerita.

Saat itu beberapa mapala punya niat untuk bergabung dan membantu menyumbangkan sedikit yang kita punya dan jadi relawan kalau memang dibutuhkan. Waktu itu kita berencana ke daerah Magelang (aku lupa dimana tepatnya). Berhubung persiapan yang berbeda-beda, kita akhirnya berangkat per organisasi.

Kita berangkat sore hari dari Semarang. Setelah tanya sana sini, akhirnya kita ada di jalur yang tepat buat nyusulin temen-temen yang udah duluan berangkat. Tiba-tiba kita di stop di tengah jalan. Katanya Merapi baru aja meletus lagi dan nggak aman buat nerusin ke atas. Akhirnya kita berhenti dan merhatiin situasi dari tempat itu. Ternyata tempat kita berhenti itu merupakan sebuah posko relawan dari Jalin Merapi (bukan posko pengungsian lho ya. disini tempat kita bisa nyalurin bantuan. jadi yang ada disini bukan pengungsi tapi kerdus bertumpuk-tumpuk)

Rombongan kita mutusin buat kita stay disitu, bukan ikut naik ke atas. Pertimbangannya sih di atas udah banyak orang sedangkan di posko ini cuma ada dari orang Jalin Merapi yang cuma segelintir. Dan tim Jalin Merapi ini seneng waktu tahu kita mau bantu bukan cuma ngasih barang terus pergi, apalagi kita bawa motor. Akhirnya diputuskan kita bantu untuk pendistribusian barang ke posko pengungsian yang ada di sekitar situ.

Tugas detailnya sih kita ngedata ada berapa orang yang ada di suatu pengungsian dn dibagi menurut jenis kelamin serta umur. Ini bertujuan untuk memberikan bantuan dengan jumlah yang cukup. Kita juga harus mendata apa yang dibutuhkan di suatu posko. Setelah data tersebut masuk, kita mulai pack barang-barang yang diperlukan. Jangan lupa didata ya. Ketelitian dan kecepatan sangat dibutuhkan disini. Kalau semua udah siap, baru deh kita anter ke posko pengungsian tersebut. Cukup kita kasih ke koordinator di tiap posko. Masalah distribusi ke perorangan akan di hande mereka.

Distribusi ini nggak tentu jamnya. Tapi biasanya pagi, siang, atau sore. Di sela-sela itu kita bantu untuk bagi-bagi masker ke penduduk sekitar. Pada kondisi tersebut, ada beberapa sekolah yang tetap masuk lho. Biasanya sih yang nggak terlalu kena efek debu.

Kita memang nggak bisa lama bantu disana. Masih ada tanggung jawab lain. Tiga hari kita bantu di posko jalin merapi dan kita cukup dikenal sebagai tim oren. Emang kita suka agak rusuh sih, tapi lumayan lah bisa bikin mereka tertawa.

Berbagi itu menyenangkan. Bukankah kalian akan terharu dengan senyuman mereka?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s