Gonjang Ganjing BBM

Standar

Pro Kontra tentang BBM ini emang nggak habis habis ya. Namanya juga menyangkut kebutuhan orang banyak, dan merupakan hal dasar yang mempengaruhi harga-harga yang lain, yang paling penting sih pengaruh ke harga makanan yang otomatis ikut naik karena butuh transportasi untuk distribusinya.

Aku pikir ini semacam buah simalakama buat pemerintah, dan aku sih berusaha buat lihat dari kedua sisi dan memahami kenapa akhirnya keputusan ini yang diambil. Kalo kata pandji sih, memahami sebelum membenci. Yang biasanya pada akhirnya nggak jadi benci karena udah paham.

Mari kita lihat dari sisi yang kontra terlebih dahulu, yang nggak setuju sama kenaikan BBM ini, yang biasanya lebih heboh nentangnya (asal nggak sampe rusuh ya). Kenaikan BBM ini sangat amat berpengaruh sama semua harga yang lain, kaya yang aku sebutin di atas. Buat yang naik kendaraan pribadi pasti berasa banget lah ya. Yang biasanya 10ribu bisa ngiter-ngiter kesana kemari, sekarang butuh uang ekstra untuk nempuh perjalanan yang sama. Tarif angkutan umum juga pasti ikut naik. Harga sembako naik. Harga barang-barang yang lain juga naik. Semua hal yang membutuhkan transportasi pasti naik deh. Ibu-ibu langsung protes ke abang-abang sayur yang bingung harus gimana. Dan dasarnya manusia emang pasti pengennya yang murah dong. Mana pemasukan tetep tapi pengeluaran nambah. Tekor lah.

Oke, sekarang kita lihat yang pro. Yang kayanya jarang muncul ke permukaan karena baru muncul bentar langsung diterkam sama yang kontra. Mungkin aku emang nggak bener-bener paham sama hitungan minyak dunia, berapa harga mentah, harga ekspor, bayar pegawai, harga pengolahan, harga impor lagi kesini, dan lain-lain. Yang jelas sih itu pake duit. Dan untuk ngimbangin, pemerintah ngasih subsidi. Tapi kalo harga minyak dunia naik, masa pemerintah harus nambahin subsidi biar harganya tetep? Apa kabar pos lain yang butuh subsidi kaya pendidikan dan kesehatan? Jatahnya dikurangin gitu? Dan bukankah Minyak Bumi itu salah satu sumber daya yang tidak dapat diperbaharui? Yang membutuhkan beratus-ratus tahun untuk pembuatannya? Dan prinsip ekonomi kan bilang kalo semakin sedikit barangnya sedangkan demand banyak, ya otomatis harga naik. Wajar dong kalo harga naik.

Ya menurutku sih, kalaupun memang subsidi BBM ini dicabut atau dikurangi, uang itu bisa dipake untuk hal lain. Perbaikan infrastruktur, kesehatan, pendidikan. Kita juga harus ngirit. Cuma ke indom*ret deket kos ya jalan kaki atau naik sepeda, nggak usah naik motor. Kalo jauh dan angkutan umumnya gampang ya naik angkot aja. Nggak usah makan enak tiap minggu, masak aja kalo bisa. Kalo mau demo ya nggak usah pake rusuh apalagi ngerusak sekitar. Malu kali nyandang status mahasiswa tapi kelakuan barbar. Buat yang pro ya kalo belanja nggak usah kebanyakan nawar dan protes harganya naik, kan situ udah tau konsekuensi nya.

Dan coba lebih buka mata. Negara-negara maju di dunia tu harga BBM nya mahal. Jadi mereka lebih milih naik kendaraan umum atau jalan kaki kemana-mana. Efeknya pemerintah lebih serius nanganin transportasi umum karena banyak yang make. Jalanan bebas macet. Polusi lebih rendah. Kota-kotanya nyaman buat dipake jalan-jalan. Warganya lebih serius untuk nanganin energi alternatif karena BBM suatu saat akan habis juga. Bahkan ada juga yang bisa ngasih pendidikan dan kesehatan gratis ke semua warganya karena uang nya bukan buat subsidi BBM.

Yang jelas sih aku kurang setuju sama orang yang ngejelek-jelekin presiden dan nyalahin beliau karena kenaikan ini. Emang kalo yang kepilih yang satu nya ada jaminan BBM nggak naik? Pasti akan naik kok siapapun pemimpinnya.

Setuju nggak setuju sih aku lebih keberatan sama rencana pencabutan subsidi tiket kereta ekonomi jarak jauh karena akan dipake buat subsidi KRL dan komuter yang penumpangnya makin banyak. Kereta bukan cuma milik jabodetabek bung.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s