Monthly Archives: Januari 2015

Buku Buku Favorit

Standar

Kata orang, buku itu jendela dunia, sedangkan mata adalah jendela hati (hasyah). Berhubung belom bisa keliling dunia beneran, jadi baca buku adalah salah satu cara untuk menjelajah. Bahkan dunia yang nggak nyata sekalipun.

Kali ini pengen cerita tentang buku buku yang aku suka. Sebenernya aku punya banyak buku, tapi nggak semua jadi favorit. Ada juga yang aku suka sama buku itu walaupun nggak punya (tukang minjem dimanapun). List ini nggak berdasarkan yang paling favorit, cuma berdasar yang diinget aja.

I warn you, maybe there is some spoiler in my review

1. The Thirteenth Tale – Diann Setterfield

Mungkin novel ini memang nggak terlalu populer di Indonesia, tapi aku suka banget. Awalnya sih tertarik karena cover nya, dan setelah itu jatuh cinta. O iya, ternyata novel ini udah diangkat jadi drama televisi. Inti cerita nya sih tentang penulis biografi, yang lebih tertarik bikin biografi tentang orang mati, yang diminta untuk bikin biografi dari seorang penulis dongeng yang bernama Vida Winter. Tapi dasar pendongeng, alur yang diceritain ya jadi kaya dongeng. Tapi hal ini yang menarik, karena ternyata ada banyak kenyataan tersembunyi di balik kisah masa lalu nya.

A birth is not really a beginning. Our lives at the start are not really our own but only the continuation of someone else’s story.

2. Flowers for Argenon (Charlie si Jenius Dungu) – Daniel Keyes

Bagaimana jika kau terlahir dengan kondisi sebagai anak dungu? Dengan IQ yang hanya 68. Yang bahkan tak tahu kalau kau sedang diejek dan mengira semua orang senang padamu. Bagaimana jika ada kesempatan untuk memperbaikinya? Jika ada yang menawarimu untuk menjadi jenius, lebih pintar dibanding teman-temanmu, memiliki IQ di atas 180, dan terus menjadi lebih cerdas setiap harinya? Apakah kecerdasan itu akan membuat hidupmu lebih baik?

PS : Buku Daniel Keyes tu keren-keren. Kalo mau yang lebih dark, coba baca 24 wajah billy dan sekuelnya, pertarungan jiwa billy

I don’t know what’s worse: to not know what you are and be happy, or to become what you’ve always wanted to be, and feel alone

3. Sherlock Holmes

Read the rest of this entry

Iklan

Dancing Video Clip

Standar

Judulnya agak ambigu ya? Hahaha.

Disini aku mau share tentang video klip yang isinya penari. Karena bukankah musik dan tarian itu satu kesatuan? Dan ini yang bikin aku suka liat video nya, nggak cuma dengerin musiknya

Yang pertama ada Ed Sheeran di video Thingking Out Loud dan langsung jatuh cinta sama tariannya. Langsung keinget film step up deh, terutama Step Up 4

Read the rest of this entry

Pasar Santa

Standar

Update :

Demi mendukung sustainable santa, coba baca artikel di pasarsantablog.wordpress.com dan dukung petisi nya

Hayo, siapa yang belom tahu tentang pasar santa? Pasar yang ada di daerah Jakarta Selatan ini lagi nge hits banget di kalangan anak gaul Jakarta. Buat yang belum tahu, pantengin tulisan aku kali ini ya.

Pertama kali aku tahu pasar santa itu dari Sawo Kecik, salah satu crafter oke yang belum lama ini buka “kebon” disana. Dan dua minggu yang lalu aku dapet kesempatan buat ikut salah satu workshop nya dan jadi nyamperin kebon nya di Pasar Santa.

Jadi, sebenernya Pasar Santa itu apa sih? Tempat ini ya pasar, nggak beda jauh sama pasar modern pada umumnya. Dimana ada yang jual bahan makanan, toko kelontong, pakaian, hal hal yang dijual di pasar pada umumnya. Yang bikin beda adalah parkirannya yang penuh dengan mobil keren *salah fokus. Maksudnya yang beda tu lantai atas dari pasar ini. Yang jualan disini tu anak muda kreatif yang pada jualan di pasar. Yang dijual juga macem-macem. Dari kuliner yang biasanya kita temuin di resto resto mewah tapi disini harganya murah banget, crafter kreatif dengan segala macam hasil karyanya yang bikin mata melotot dan mupeng, toko buku yang jual buku indie indonesia dan beberapa buku secondhand kualitas bagus harga murah, kedai kopi dengan barista terkenal dan sering bikin kelas barista yang hasil kopi nya bisa dinikmati gratis, pokoknya semuanya menarik deh.

Intinya, hampir semua jenis industri kreatif tumplek blek disini. Mereka juga ngedekor los masing-masing sesuai jiwa nya. Bener-bener tempat yang asik buat nongkrong, padahal cuma pasar.

kebon sawo kecik di pasar santa

kebon sawo kecik di pasar santa

Paprikano, kedai dengan tema meksiko

Paprikano, kedai dengan tema meksiko

Read the rest of this entry

Bottle Recycling

Standar

Mari mendaur ulang! Kali ini targetnya adalah botol plastik.

DSC_0098

Jadi ceritanya, di kos tu kadang suka krisis air galon jadi akhirnya sering beli air kemasan 1,5 liter dan sampahnya jadi numpuk. Awalnya sih paling cuma sering dipake lagi buat tempat pelembut pakaian atau sabun cuci. Atau beberapa dipotong buat tempat barang-barang kecil macem mote, kancing, mata ayam, besi gantungan kunci, benang jahit, barang barang yang suka bercecer itu lah. Sekarang, mau bikin tempat yang nggak bakal bercecer kalo kesenggol, dan lebih gampang kalo ntar aku pindahan (karena ada rencana pindah kos)

Yuk mulai!

Alat-alatnya nih :

– Botol plastik minimal 2 dengan ukuran yang sama
– Resleting dan kepalanya
– Lem tembak
– Gunting dan cutter
– Penggaris (nggak harus sih)

Cara bikinnya :

Potong botol plastik. Tinggi nya sih terserah, sesuai kebutuhan. Berhubung aku mau pake buat nyimpen resleting yang cukup banyak, jadi aku ambil setinggi mungkin

Potong bagian botol nya

Potong bagian botol nya

Read the rest of this entry