Buku Buku Favorit

Standar

Kata orang, buku itu jendela dunia, sedangkan mata adalah jendela hati (hasyah). Berhubung belom bisa keliling dunia beneran, jadi baca buku adalah salah satu cara untuk menjelajah. Bahkan dunia yang nggak nyata sekalipun.

Kali ini pengen cerita tentang buku buku yang aku suka. Sebenernya aku punya banyak buku, tapi nggak semua jadi favorit. Ada juga yang aku suka sama buku itu walaupun nggak punya (tukang minjem dimanapun). List ini nggak berdasarkan yang paling favorit, cuma berdasar yang diinget aja.

I warn you, maybe there is some spoiler in my review

1. The Thirteenth Tale – Diann Setterfield

Mungkin novel ini memang nggak terlalu populer di Indonesia, tapi aku suka banget. Awalnya sih tertarik karena cover nya, dan setelah itu jatuh cinta. O iya, ternyata novel ini udah diangkat jadi drama televisi. Inti cerita nya sih tentang penulis biografi, yang lebih tertarik bikin biografi tentang orang mati, yang diminta untuk bikin biografi dari seorang penulis dongeng yang bernama Vida Winter. Tapi dasar pendongeng, alur yang diceritain ya jadi kaya dongeng. Tapi hal ini yang menarik, karena ternyata ada banyak kenyataan tersembunyi di balik kisah masa lalu nya.

A birth is not really a beginning. Our lives at the start are not really our own but only the continuation of someone else’s story.

2. Flowers for Argenon (Charlie si Jenius Dungu) – Daniel Keyes

Bagaimana jika kau terlahir dengan kondisi sebagai anak dungu? Dengan IQ yang hanya 68. Yang bahkan tak tahu kalau kau sedang diejek dan mengira semua orang senang padamu. Bagaimana jika ada kesempatan untuk memperbaikinya? Jika ada yang menawarimu untuk menjadi jenius, lebih pintar dibanding teman-temanmu, memiliki IQ di atas 180, dan terus menjadi lebih cerdas setiap harinya? Apakah kecerdasan itu akan membuat hidupmu lebih baik?

PS : Buku Daniel Keyes tu keren-keren. Kalo mau yang lebih dark, coba baca 24 wajah billy dan sekuelnya, pertarungan jiwa billy

I don’t know what’s worse: to not know what you are and be happy, or to become what you’ve always wanted to be, and feel alone

3. Sherlock Holmes

Sherlock Holmes, detektif paling hits di jagat raya. Jadi inspirasi buat banyak cerita detektif lain, di angkat ke film, jadi serial tv, bahkan banyak buku buku yang ngangkat holmes jadi tokoh utama padahal bukan pengarang aslinya. Untuk yang aslinya sendiri, yang ditulis sir Arthur Conan Doyle, terdiri dari 4 novel dan 56 cerita pendek yang dibagi dalam 5 buku. Sherlock Holmes ini terkenal dengan keahlian deduksi nya yang mendalam. Bahkan dia pernah bikin artikel tentang abu cerutu.

Aku belom baca semua buku nya sih, tapi sherlock holmes ini emang super keren!

The world is full of obvious things which nobody by any chance ever observes.

How often have I said to you that when you have eliminated the impossible, whatever remains,however improbable, must be the truth?

4. Komik Detektif

Oke, ini emang bukan judul. Tapi sejak kepincut sama Sherlock Holmes, komik dengan tema detektif jadi hal yang menarik. Yang paling favorit sih Detective School Q – Seimaru Amagi & Fumiya Sato

Komik ini udah dibikin anime dan live action nya. Bercerita tentang anak-anak yang belajar di sekolah detektif dan berfokus ke 5 orang anak di kelas Q. Yang aku suka dari Detective School Q adalah kasusnya masuk akal. Nggak kaya conan yang tiap pergi ketemu kasus, disini kasus terkadang hanya cuma simulasi, atau kasus lama yang mereka harus pelajari, atau memang kasus dari polisi dan mereka diminta untuk membantu. Dan masih ada banyak konflik seru yang bikin ceritanya makin keren. Komik ini terdiri dari 21 buku, tapi sampe sekarang susah buat bikin lengkap

Selain ini aku juga suka Detektif Kindaichi, QED, dan CMB.

But you know, a detective doesn’t fight with force and violence. A detective has the power to see through the truth, using reason as a weapon to fight evil… and one more thing, friends. No matter how painful and harsh it is, you can overcome it as long as you have friends. You can get the courage to fight against evil people. That’s why you need to believe your own friends.

5. Ulysses Moore –  Pierdomenico Baccalario

Ini sebenernya buku anak-anak, tapi aku suka buku anak-anak :p Satu set ini terdiri dari 13 judul, tapi baru ada 5 buku yang diterjemahin ke bahasa Indonesia. Buku ini bener bener memancing imajinasi liar dan ngajak kita ke berbagai tempat yang seru, mecahin berbagai kode, nyari tau misteri-misteri, seru banget deh.

6. A Series of Unfortunate Events – Lemony Snicket

Ini buku anak-anak, tapi bukan buku yang bahagia. Buku ini penuh dengan kesengsaraan. Diawali dengan terbakarnya rumah keluarga Baudelaire, membuat ketiga anak ini menjadi yatim piatu, memiliki wali yang kejam dan mengincar harta mereka dengan berbagai cara, berpindah-pindah wali dan terus menerus ditimpa kesedihan. Tiga dari buku ini juga dirangkum menjadi satu film dengan Jim Carey sebagai salah satu pemeran utamanya.

When someone is crying, of course, the noble thing to do is to comfort them. But if someone is trying to hide their tears, it may also be noble to pretend you do not notice them.

7. The Mysterious Benedict Society – Trenton Lee Stewart

Serial anak-anak yang lain, walaupun bukunya tebel nggak kaya buku anak-anak pada umumnya. Total serial ini ada 5 buku. 3 buku berurutan, 1 buku prekuel, dan 1 buku games. Serunya disini ada banyak teka teki yang bikin kita ikut sibuk mikir. Bahkan waktu itu aku pernah diceritain mbak mbak yang punya toko buku Post di pasar santa yang saking menghayatinya, waktu ke Lisbon beneran nyari clue berdasarkan buku ini.

Remember, children. For every exit, there is also an entrance.

8. The Five People You Meet in Heaven (Meniti Bianglala) – Mitch Albom

re_buku_picture_87992

Aku biasanya nggak baca buku motivasi karena terlalu menggurui. Tapi waktu itu nyangkut baca buku ini pas random asal pinjem novel ke rental buku dan suka, sampe nyari-nyari pengen beli buku nya. Ceritanya tentang Eddy, pekerja di sebuah taman hiburan yang meninggal karena kecelakaan kerja. Dan ternyata, setelah meninggal dia harus bertemu dengan 5 orang yang secara tidak langsung punya andil besar dalam kehidupannya. Membuat dia memahami tentang kehidupannya dahulu.

People say they ‘find’ love, as if it were an object hidden by a rock. But love takes many forms, and it is never the same for any man and woman. What people find then is a certain love. And [he] found a certain love with [her], a grateful love, a deep but quiet love, one that he knew, above all else, was irreplaceable.

9. An Abundance of Katherines – John Green

Ini buku sebenernya kocak bin koplak. Tentang cowok jenius bernama Colin yang terobsesi dengan nama Katherine. Semua cewek yang pernah dia pacarin namanya Katherine, dengan ejaan yang persis sama. Stress karena diputusin, dia akhirnya mengembara sambil bikin fungsi matematika tentang dicampakkan dan mencampakkan (ya, didalemnya beneran ada rumus dan grafik matematika, tapi skip aja bagian itu). Tapi secara keseluruhan buku ini bagus kok

Because you’re only thinking they-might-not-like-me-they-might-not-like-me, and guess what? When you act like that, no one likes you

How do you just stop being terrified of getting left behind and ending up by yourself forever and not meaning anything to the world?

10. Enid Blyton & Alfred Hitchcock

Kenapa nggak judul? Karena buku nya Enid Blyton itu banyak dan semuanya bagus. Walaupun tetep aja paling suka tu Lima Sekawan. Tapi aku juga suka Sapta Siaga, Malory Towers, seri Petualangan, si Badung, dan beberapa buku lainnya

 

O iya, kalo ngebahas tentang lima sekawan dan sapta siaga, aku pasti juga inget si Trio Detektif karangan Alfred Hitchcock

ketiga nya punya latar belakang yang mirip, yaitu sekelompok remaja yang suka berpetualang, nyari kasus dan terlibat di dalamnya. Bacaan anak anak paling seru!

Segitu dulu deh ya. Ntar kalo keinget kita lanjut lagi 🙂

PS : Banyak yang bilang selera buku ku agak aneh karena aku malah nggak terlalu suka novel novel mainstream, yang lagi nge hits, apalagi yang motivasi (kecuali meniti bianglala). Buku bagus akan tetep bagus. Ya walaupun kalo terjemahan tergantung penerjemah juga sih. Buku yang aslinya bagus bisa jadi payah kalo penerjemah nggak pinter cerita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s