Madah

Standar

(Ini bukan tulisan saya. Tulisan ini ada di pameran fotografi kelas pagi angkatan 8, di sela sela foto pesawat kertas karya Fitria Sari kolaborasi dengan Iswadi Pratama)

Sang, atau siapa pun namamu, betapa sore ini aku merasa teramat melarat. Dalam kelimpahan, dikelilingi orang-orang yang entah mengagumi, membenci, setia, atau sekadar membutuhkan ruang untuk mengelak dari sendiri, aku kehilangan seluruh fantasiku tentang “teman seperjalanan”. Juga engkau Sang, sebuah nama yang sebenarnya tak ada, suatu ilusi yang kuciptakan untuk bertahan dari sepi, harus menyisih. Setiap orang ingin segala yang nyata dan terpegang dengan kukuh. Aku harus mengatakan kepada mereka, bahwa kau memang tak nyata. Engkau ada karena membutuhkan “sesorang” dimana sajak-sajakku kubayangkan berterima. Engkaulah sosok fiktif yang menjadi “alamat” ke mana surat-suratku yang separuh berisi rindu juga keluh kukirimkan. Cuma engkau yang tak akan mengelak atau mendesak, ketika kularungkan seluruh sampah atau hikmah.

Aku menciptakan engkau dalam benakku, sebab diluar sana tak ada yang sedia menjelajah masuk sampai ke lubuk. Aku menolak hidup seperti para Tuan dan Nyonya yang tenteram dan selalu mengantuk. Aku juga menolak hidup yang menghamba dan tanpa cinta. Dan cuma engkau yang selalu membuka pintu untuk semua kekecewaan, kemarahan, harapan atau keluh dan impianku. Tapi hari ini, kau pun harus menepi. Sebab, kau memang cuma sebuah ilusi yang terlalu perih dan tak memberi apa yang mereka idamkan sebagai sesuatu yang “pasti”.  Menjadilah tiada, Sang. Menjadilah sunyi. Abai dan tak terpegang lagi. Barangkali akupun akan ke tepi. Dan dari sisi yang amat guyah ini, akhirnya harus kuterima segala buih dan remah. Tak ada yang bersedia ke tengah, mabuk dan bergelora. Yang tersisa cuma jiwa-jiwa lelah dan kita yang kehilangan peran juga pedang dalam kekal peperangan ini. Selamat tinggal Sang

line drawing of child who holds hands with imaginary friends

photo : deviantart.net

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s