Jodoh

Standar

Ya, jodoh emang unik, dan misterius. Tak peduli seberapa besar kita menginginkannya, dan mengejarnya, kalau Allah tak menuliskan kalau kita berjodoh, ya tak akan bisa. Tapi kalau memang dituliskan, pasti akan ada saatnya untuk dipertemukan, dan semesta mendukung. Dan jodoh adalah tentang seberapa ikhlas saat kau gagal mendapatkannya, dan menunggu dengan sabar untuk digantikan yang lebih baik.

Beberapa hari yang lalu tiba-tiba banyak grup whatsapp dan line yang rame, dan muncul foto undangan pernikahan teman disana. Bisa dibilang perfect couple, tapi cukup kaget karena terasa mendadak dan kami belum pernah mendengar kalau mereka dekat. Sempat ragu, ini berita benar atau hanya desas desus, walaupun tak mungkin ada yang se iseng itu sampai bikin undangan nikah kalaupun kabar ini bohong. Dan yang bikin ragu karena foto ini tersebar bukan dari mempelai, dan mempelai belum muncul untuk berkomentar di grup tersebut. Dan entah kenapa, akses untuk mengkonfirmasi berita tersebut juga sulit. Pihak pria sulit dihubungi. Sedangkan yang wanita aku tak terlalu akrab, bahkan tak punya nomor nya.

Sampai tiba-tiba kemarin siang sang laki-laki muncul, mengkonfirmasi kebenarannya, dan berkata bahwa sebenarnya masih ingin menunda menyebar undangan. Dan malamnya, mas yang satu ini menghubungiku via chat, dengan id yang berbeda dari yang aku simpan. Kami memang kenal, beberapa kali ngobrol, walau tak terlampau dekat. Mas ini mempertanyakan seberapa luas kabar sudah beredar. Tapi namanya kampus, desas desus dengan cepat menguar, apalagi menyangkut orang-orang penting seperti mereka berdua.

Dari situ aku bertanya tentang proses mereka berdua. Karena aku tak pernah tahu bahwa mereka dekat. Bahkan saat di pernikahan kawan beberapa bulan yang lalu, mereka berdua tak ada interaksi apa pun. Dan ternyata mereka memang ber ta’aruf, saling mengenal tanpa berduaan dan selalu melalui perantara. Cukup mereka, perantara dan keluarga yang tahu bahwa mereka memiliki rencana indah untuk nantinya menikah.

Dia bilang, mungkin kita tak tahu apakah proses ini memang benar. Tapi setidaknya mereka menghindar dari apa yang dilarang. Meminta petunjuk, dan berkenalan pribadi melalui surat yang disampaikan perantara. Tak ada komunikasi lain secara langsung sampai persiapan pernikahan. Apalagi mengumbar kemesraan di depan umum. Dan aku, benar-benar terpukau dengan ceritanya.

Aku memang masih dalam posisi bimbang tentang masalah hati. Dan aku masih dalam proses berprasangka baik terhadap Allah, bahwa mungkin aku memang sedang dijauhkan dari orang yang salah. Bahwa ini adalah tanda dari Allah bahwa dia bukan jodohku. Bahwa terlalu dekat masalah hati dengan lawan jenis tak membawa kebaikan. Dan mungkin ini waktunya untuk belajar menjaga hati dan sikap.

Aku tak tahu apakah nantinya akan ada yang bisa menerima segala sisiku. Saatnya memperbaiki diri kemudian berserah. Akan ada saatnya aku benar-benar bisa percaya laki-laki, walau mungkin bukan sekarang. Akan ada saatnya aku bangkit, walau mungkin bukan sekarang. Mungkin kelak aku akan belajar membuka hati saat aku yakin ia tak akan pergi, bisa menerima apa yang telah menjadi masa laluku, mempercayaiku, dan tak lelah membimbingku.

Dan jika kau kebetulan membaca cerita ini, aku harap kau akan terus mendampinginya dan percaya padanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s