Category Archives: good to know it

Menulis di Pasar (edisi menulis puisi bersama Aan Mansyur)

Standar

Hari minggu lalu, aku mencoba untuk ikut kelas menulis di pasar yang diadakan post santa. Sebuah kelas dadakan yang dibuat karena kebetulan Aan Mansyur sedang berada di Jakarta dan mampir di post. Dan aku tertarik karena 3 minggu sebelumnya aku membeli salah satu bukunya. Ya, memang pengalaman menulisku, terutama puisi, sangat amat cetek karena itu aku mengikuti kelas ini. Dan karena saat itu aku tak membawa catatan, dan agak rikuh untuk mencatat sambil mendengarkan, mari kita gali gali apa yang tertangkap. Kata-katanya tak akan sama persis, tapi aku akan mencoba menyampaikan maksudnya.

Kelas dimulai dengan perkenalan. Seperti biasa, perkenalan dimulai dengan menyebut nama kemudian kami diminta untuk menyampaikan apa yang suka kami tulis. Dan komentar mas Aan, “Mengapa harus menyebutkan nama terlebih dahulu, seolah itu hal yang paling penting. Padahal malah itu yang paling mudah untuk dilupakan.” Dan benar saja, aku membuktikannya saat diminta untuk menyebutkan apa yang aku ingat dari salah satu peserta. Aku ingat bahwa dia kuliah jurusan sastra, menulis tugas, suka membaca fiksi untuk menambah perbendaharaan kata, melatih imajinasi serta untuk membuat tulisannya lebih enak dibaca. Namanya? Aku tak ingat. “Menulis puisi adalah membunuh hal hal klise semacam itu. Sebenarnya penulis adalah pembunuh.” Dan kemudian ilmu bergulir.

“Bahasa adalah kekuatan utama penulis. Tetapi kau harus berhenti untuk melihat kata sebagai jembatan yang kau gunakan untuk menyampaikan makna. Kau harus melihatnya sebagai semesta. Misal saja namun, tapi dan tetapi. Artinya sama. Tapi coba kau dengar. “Namun tetap mencintaimu”,”Tapi tetap mencintaimu”, “Tetapi tetap mencintaimu.” Kau akan merasa bahwa yang pertama terdengar sumbang. Sedangkan yang kedua terasa putus. Yang ketiga baru pas. Rasanya seperti bermain perkusi dengan kata kata. Kalau kau melihat kata kata hanya sebagai jembatan, hanya akan ada dua kemungkinan yang kau capai. Yaitu terlalu terang atau terlalu gelap.”

“Menulis puisi adalah bagaimana kau membunyikan dan menyembunyikan sesuatu secara sekaligus. Walaupun kata-katanya sederhana, kau harus menaruh layer di dalamnya. Agar semua orang yang memiliki karakter, mood, latar belakang pendidikan, dan segala hal yang berbeda dapat sama sama menemukan sesuatu disana. Orang yang baru patah hati ataupun sedang jatuh cinta, mereka harus sama sama menemukan sesuatu. Lapisan itu yang membuat puisimu kaya, sehingga saat seseorang membacanya lagi, dia dapat menemukan hal baru. Misal sebuah puisi yang saat pertama kau baca kau akan melihatnya sebagai puisi cinta. Kemudian kau membaca berita politik, kau akan merasa bahwa puisi tersebut membicarakan politik. Kemudian kau belajar sosiologi, kau menemukan bahwa puisi tersebut membicarakan sosiologi. Puisi tersebut tidak berkembang, tapi ilmu baru membuatmu baru melihat layer itu.”

“Waktu adalah editor terbaik yang pernah kutemui. Waktu dapat memilah bagian mana dari sebuah peristiwa yang layak ditampilkan dalam sebuah puisi. Waktu pula yang memberitahumu apa yang memicu sebuah kenangan muncul kembali. Misalkan pertemuan ini. Aku akan mengingat segala detail pertemuan ini jika aku melihat bunga ini.” Kemudian ia mengambil bunga yang ada di meja. “Mungkin aku tak tahu namanya, tetapi jika aku melihatnya, aku akan ingat. Seperti itu ingatan bekerja. Tak ada manusia yang benar benar melupakan sesuatu. Dia hanya tak memiliki kemampuan untuk memanggilnya kembali.”

“Dan kalau kau berpikir menulis itu mudah, kau salah. Kau harus menumbuhkan kepekaan. Kau harus melakukan riset walaupun rasanya terdengar salah untuk menggabungkan riset dengan menulis puisi. Tapi misal saja bunga ini. Kau harus bisa menggambarkannya dengan baik agar pembaca menangkap maksudnya. Kau memang tahu bunga ini berwarna kuning. Tapi jangan jangan akan dianggap bunga lain karena ada banyak bunga berwarna kuning. Kau harus tau namanya, aromanya, tumbuh di bulan apa, dan lain sebagainya.”

“Menulis itu pekerjaan penulis. Riset itu pekerjaan penulis. Tidur itu pekerjaan penulis. Bahkan berjalan juga pekerjaan penulis. Kau harus mau berjalan untuk dapat menangkap lebih banyak hal. Contoh jika kau naik mobil, kemudian kau melihat temanmu di jalan. Kau hanya akan tahu bahwa kau melihatnya. Misal kau menggunakan motor, kau akan tahu baju yang ia kenakan yang mungkin saja sama dengan yang ia kenakan 2 minggu yang lalu. Jika kau naik sepeda, kau akan melihat sepatu apa yang dikenakan, atau bersama siapa dia berjalan. Sedang kalau kau berjalan, kau akan bisa menyapanya dan bahkan mencium parfumnya. Semakin cepat kendaraan yang kau gunakan, semakin sedikit yang kau lihat.”

“Dulu aku merasa penulis yang miskin itu romantis seperti di film film. Tapi itu salah. Penulis menjadi miskin karena lebih banyak uang yang ia keluarkan untuk membeli buku dibanding hasil penjualan bukunya. Penulis harus banyak membaca. Penulis pertama menyediakan bahan untuk penulis kedua. Tidak ada yang salah dengan terpengaruh orang besar. Malah seharusnya kau bangga. Dan kau akan menjadi semakin baik setelah banyak menulis ulang. Bahkan Ernest Hemingway membuat 10 versi dari satu cerita untuk dipilih dan kemudian menulis ulang cerita tersebut.”

“Dan puisi tak melulu tentang isi. Puisi adalah bagaimana mengemas isi dan isi membuat kemasannya menarik. Konsep dan bentuk memang harus ikut dipikirkan. Dan tak perlu pusing memikirkan gaya. Menulislah sebanyak-banyaknya hingga gaya menemukanmu.”

Hanya orang yang tak dapat berdamai dengan kesunyiannya yang akan selalu mengejar sesuatu yang sebenarnya semu

Copyright

Standar

Copyright alias hak cipta adalah hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Pada dasarnya, hak cipta merupakan “hak untuk menyalin suatu ciptaan”. Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. Pada umumnya pula, hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas. (kata wikipedia)

Hak cipta ini biasanya dihubungin ke pembajakan, dan biasanya ngebahas tentang musik atau film. Tapi kali ini aku nggak mau bahas tentang dua hal itu, yang sebenernya aku berusaha hindari tapi kadang-kadang tetep aja beli kaset bajakan atau download dari internet. Kali ini aku mau ngomongin hak cipta di bidang craft.

Di dunia craft, masalah hak cipta ini lebih rumit daripada apa yang kita lihat karena orang dengan mudah ngelihat suatu barang dan menduplikasi ide bahkan barangnya. Nggak jauh beda sama tren model baju yang lagi populer trus semua penjahit ngikutin dan dijual. Tapi untuk barang-barang handmade, ditiru plek ketiplek itu bikin sakit hati juga sih.

Kalo untuk yang jahit menjahit biasanya jarang sih yang ada copyright nya, ya karena masalah itu tadi, semua orang dengan mudah niru dan modifikasi. Untuk masalah rajut, beberapa ada copyright nya, dan ini yang aku berusaha untuk pahami.

Di internet ada banyak tersedia free pattern yang bisa kita pake. Tapi coba deh perhatiin credit pembuat pola. Yang jelas mereka biasanya nyebutin kalo pola itu gratis dan jangan dijual, jangan juga di klaim sebagai pola kita sendiri. Kalo mau nyebarin pola nya ya di link ke blog atau web mereka, jangan di copy paste ke blog kita. Untuk masalah apakah kita boleh jual boneka hasilnya, itu beda-beda. Coba kita lihat gambar di bawah

taken from jennyandteddy.com

taken from jennyandteddy.com

taken from allaboutami.com

taken from allaboutami.com

Di gambar pertama, pembuat pola dengan jelas bilang kalau kita boleh jual boneka yang kita buat dengan pola dia, dan dia nggak ngasih syarat apa-apa. di gambar kedua, disebutin kalau kita boleh make untuk keperluan pribadi (artinya boleh juga kita bikin buat kado ke orang lain), tapi kita nggak boleh jual atau distribusi pola maupun boneka hasilnya.

Emang sih, banyak yang bilang, “Mereka kan jauh, nggak akan tahu kamu jual boneka dari pola mereka. Apalagi kalo udah dimodifikasi.” Tapi entahlah, rasanya jahat aja kalo udah jelas-jelas nggak dibolehin tapi aku masih ngelakuin hal itu.

Tapi gimana dong nasib orang-orang macem saya yang mau cari duit dari sini tapi nggak bisa bikin desain sendiri dan terlalu bokek buat beli pola berbayar (boleh nyalahin kurs nggak)? Sebenernya gampang kok, cari aja pola yang emang udah ngejelasin kalo kita boleh jual boneka nya. Kalo dia nggak ngejelasin, sedangkan kamu suka dan banyak yang suka, gampangnya, kontak aja mereka. Entah via comment box, ataupun via email.

Aku udah tiga kali minta ijin ini, ke pola pola yang kemungkinan sering aku pakai atau memang desainernya bikin banyak pola lucu. Dan biasanya mereka ngijinin kita buat jual kok, asal kita kasih credit yang menyatakan kalau mereka lah desainer boneka nya, kita cuma bikin aja

ijin dari Beth, byhookbyhand.blogspot.com

ijin dari Beth, byhookbyhand.blogspot.com

ijin dari angela, amiguru.tumblr.com

ijin dari angela, amiguru.tumblr.com

ijin dari sylvia, studio-ami.tumblr.com

ijin dari sylvia, studio-ami.tumblr.com

Semudah itu kok kita minta ijin dan nggak ngelanggar hak cipta. Bahkan rata-rata mereka seneng karena kita udah minta ijin.

Happy crocheting 🙂

PS : Alamat-alamat yang aku sebut di atas punya banyak pola gratis yang oke punya. Tapi inget, minta ijin dulu ya kalo mau jual boneka dari pola mereka 🙂

Jadi Pejalan Cerdas, Yuk!

Standar

Siapa suka jalan-jalan? Siapa suka travelling? Siapa suka main ke alam? Cung cung ngacung.

Nah, buat para penikmat alam, udah pernah berfikir tentang keamanan perjalanan kalian kah? Perlengkapan udah dibawa? Bekal udah cukup? Udah tau medan? Udah mempersiapkan fisik dan mental? Udah ngabarin orang lain tentang perjalanan kalian?

Kali ini aku mau sedikit berbagi tentang jalan-jalan aman. Ya mungkin aku emang bukan expert di bidang ini, tapi boleh lho buat pertimbangan. Kebanyakan sih dari pengalaman pribadi. Hihihi

Perlengkapan

1. Survival Kit

Survival kit tu nggak cuma buat naik gunung atau masuk hutan lho, tapi buat keperluan sehari-hari pun, walalu kadang cuma main atau nonton konser, alat ini kadang bener bener membantu. Nggak perlu bawa yang gede atau ribet kok. Kalo aku sih punya satu tas kecil warna ungu yang udah buluk yang isinya berbagai macam barang (itu kantong yang menginspirasi lahirnya nama blog ini karena segala macam barang ada disana). Kantong ini udah sering bongkar muat isi nya, menyesuaikan kebutuhan.

Yang sekarang ada di dalemnya :
– korek. walau pada sering heran dan tanya “Nana ngerokok?” padahal korek kan nggak cuma buat ngerokok.
– sikat+pasta gigi. ya buat sikat gigi lah, jadi kalo ada cowok kece nafas nggak bau 😀
– peluit. ini sisa naik gunung, soalnya aku suka ngeri tiba tiba nyasar kaya dulu
– tali kecil. buat ngiket ini itu
– senter. beberapa kali jadi penyelamat pas mati listrik mendadak atau nyari barang
– multi tools. kebetulan aku beli yang merk e*ger 9 in 1. Niat awal nyari pisaunya, ujung ujungnya yang sering dipake malah tang nya buat bikin kerajinan
– sendok+garpu+pisau+pembuka botol. Awalnya beli cuma ngincer sendok garpu lipet nya. Tapi ternyata pisaunya tajem 😮 dan sendok nya juga beberapa kali kepake waktu kuliner dan ternyata yang jual kehabisan sendok. atau kalo mau nyomot makanan temen :p
– hand sanitizer. buat kalo habis naik kendaraan umum atau makan.
– foldable cup. itu tuh gelas yang bisa dibikin jadi seukuran bedak
– alat tulis. cuma notes kecil sama pulpen, tapi penting lho
– kaca kecil. nggak terlalu penting sih, tapi lumayan sering kepake.
– tusuk gigi. nasib punya gigi lobang bin nggak rata jadi makanan suka tiba tiba nyelip disana sini
– jarum, benang, jarum pentul, peniti, karet yang dimasukin ke bekas tempat rol film. ini buat nyegah jarum nya nusuk sana sini. dulu pernah jadi penyelamat pas tas tiba tiba jebol waktu diksar
– obat. yang sering kepake aja. kalo aku sih paling plester, obat merah, obat pusing, minyak angin. kalo mau muncak bisa tambah counterpain, salonpas, anti nyamuk, dll. sesuai kebutuhan aja sih. tapi dulu plester pernah jadi penyelamat waktu kondangan dan sol wedges lepas lho.

fleksibel aja sih sebenernya. yang penting barang-barang nya emang penting, sesuai kebutuhan, dan size nya kecil jadi nggak makan tempat.

2. Pakaian + tas

yang bikin nyaman perjalanan tuh ya pakaian sama tas beserta barang bawaannya. pakaian yang kita pake harus sesuai sama tempat yang dituju. kalo mau jalan santai ya yang santai aja. kalo bakal panas-panasan ya pake pakaian yang nyerep keringet dengan baik. kalo naik gunung ya siap siap bawa jaket. kalo semi formal ya boleh lah pake kemeja yang non formal juga.

style aku sih simpel. kalo emang outdoor, aku sering pake kaos aja. kalo indoor, biasanya kemeja flanel yang keluar. kalo naik gunung, dua dua nya keluar plus bawa jaket (pas jalan biasanya pake kaos, kalo agak dingin dobel kemeja). untuk bawahan, kalo nggak terlalu ribet kaya cuma nongkrong atau nonton teater ya pake rok. kalo ribet kaya pas main ke dufan naik wahana yang kita diputer puter ya pake celana. kalo naik gunung atau pantai biasa pake celana kain (say no to jeans. kalo basah jadi berat dan lama keringnya).

buat sepatu, biasanya aku pake sneaker yang udah buluk banget. kayanya sih hampir nggak pernah pake sandal (kecuali pas masih pake sandal gunung itu). pernah sih beberapa kali pake flat shoes tapi sampe kos/rumah kaki sakit minta ampun. tapi sekarang sih alhamdulillah sepatu buluk udah boleh pensiun. udah ganti sepatu “multifungsi” yang bisa dan cukup mantep buat tracking, enteng buat lari atau jalan seharian, bahannya gore-tex jadi nggak tembus air (kecuali bener bener kerendem atau kemasukan dari atas), dan tetep kece jadi nggak berasa saltum.

o iya, ngomong ngomong tentang sepatu, sepatu itu salah satu hal penting lho, terutama kalo main ke alam. jangan deh gegaya an ngedaki pake sandal doang. sepatu itu lebih nunjang buat pergerakan, nutupin kaki dari goresan dan yang lainnya, punya sol yang lebih baik dibanding sandal jadi nggak licin, lebih aman lah. Tapi biasanya tetep bawa sandal buat pas di tenda atau di pos sebelum dan setelah naik.

Read the rest of this entry

Pasar Santa

Standar

Update :

Demi mendukung sustainable santa, coba baca artikel di pasarsantablog.wordpress.com dan dukung petisi nya

Hayo, siapa yang belom tahu tentang pasar santa? Pasar yang ada di daerah Jakarta Selatan ini lagi nge hits banget di kalangan anak gaul Jakarta. Buat yang belum tahu, pantengin tulisan aku kali ini ya.

Pertama kali aku tahu pasar santa itu dari Sawo Kecik, salah satu crafter oke yang belum lama ini buka “kebon” disana. Dan dua minggu yang lalu aku dapet kesempatan buat ikut salah satu workshop nya dan jadi nyamperin kebon nya di Pasar Santa.

Jadi, sebenernya Pasar Santa itu apa sih? Tempat ini ya pasar, nggak beda jauh sama pasar modern pada umumnya. Dimana ada yang jual bahan makanan, toko kelontong, pakaian, hal hal yang dijual di pasar pada umumnya. Yang bikin beda adalah parkirannya yang penuh dengan mobil keren *salah fokus. Maksudnya yang beda tu lantai atas dari pasar ini. Yang jualan disini tu anak muda kreatif yang pada jualan di pasar. Yang dijual juga macem-macem. Dari kuliner yang biasanya kita temuin di resto resto mewah tapi disini harganya murah banget, crafter kreatif dengan segala macam hasil karyanya yang bikin mata melotot dan mupeng, toko buku yang jual buku indie indonesia dan beberapa buku secondhand kualitas bagus harga murah, kedai kopi dengan barista terkenal dan sering bikin kelas barista yang hasil kopi nya bisa dinikmati gratis, pokoknya semuanya menarik deh.

Intinya, hampir semua jenis industri kreatif tumplek blek disini. Mereka juga ngedekor los masing-masing sesuai jiwa nya. Bener-bener tempat yang asik buat nongkrong, padahal cuma pasar.

kebon sawo kecik di pasar santa

kebon sawo kecik di pasar santa

Paprikano, kedai dengan tema meksiko

Paprikano, kedai dengan tema meksiko

Read the rest of this entry

Tes Masuk Jasa Marga

Standar

Sebelumnya udah pernah post tentang ini, tapi tiba tiba pengen gabungin dalam satu post aja biar temen-temen nggak ribet bacanya 🙂

TAHAP 1, REGISTRASI ONLINE DAN SELEKSI ADMINISTRASI

Tahun 2014 ini PT Jasa Marga buka pendaftaran lagi. Waktu itu sih dapet info pertama kali karena ada sms dari PPM. Mungkin memang ini follow up dari BUMN career days Desember 2013, mungkin. Yang jelas aku langsung buka webnya dan daftar. O iya ada 1 hal yang sempet bikin gondok, yaitu ada tinggi minimal 155 cm untuk wanita dan berat proporsional (pilihan minimumnya 45 kg). Menurutku nggak ada hubungan pekerjaan di jasamarga dan tinggi, lagipula ini artinya diskriminasi terhadap kaum mungil seperti kami (fyi, KAI juga ada syarat tinggi). Aku nggak yakin kalau aku nyampe kedua angka itu, tapi akhirnya tetep daftar aja lah.

Kita tinggal isi form online nya aja kok, kaya informasi data diri, pengalaman kerja dan organisasi, motivasi, dll. Ada juga beberapa berkas yang harus kita upload kaya scan KTP, ijazah, foto, transkrip. Dari sini langsung diseleksi dan kita tinggal nunggu pengumuman.

TAHAP 2, TES PENDAHULUAN

Tes ini sifatnya online dan kita cuma bisa login di waktu yang udah disedian. Kebetulan aku dapet jatah hari kamis ini, 14 Agustus 2014.

Tes ini terdiri dari 5 subtest dengan waktu yang dibatasi. Kita memang dikasih waktu 3 jam untuk login, tapi total waktu untuk ngerjain sekitar satu jam. Tapi tetep aja jangan mepet juga soalnya walaupun koneksi internet lancar entah kenapa aku sempet ke log out dan nggak bisa akses web tersebut selama sekitar setengah jam.

O iya, ini dia tes nya

subtest 1 = soal matematika sederhana. Tes nya sih emang cuma pipolondo, ping poro lan sudo, alias kali bagi tambah kurang. Tapi 50 soal dalam waktu 5 menit tetep aja bikin kalang kabut.
Tips : pake kalkulator dan belajar mencet kalkulator tanpa harus natap tombolnya dengan cepat dan akurat (inipun aku tetep kosong sekitar 5 soal). Tips lain adalah layar yang besar, karena kalau layarnya kecil kita harus scrol atas bawah buat liat soal dan ngelanjutin ke halaman selanjutnya yang cukup makan waktu.

Read the rest of this entry

Bisnis MLM

Standar

MLM alias Multi Level Marketing, menurutku, cuma sekedar bisnis semu. Bisnis ini sempet super duper booming beberapa tahun yang lalu. Ya aku sih baru ngeh waktu zaman SMA, sekitar tahun 2008. Intinya adalah ada sebuah produk yang dijual, trus kita nawarin ke minimal 2 orang (downline) dan kita dapet bonus cuma karena ngajak mereka juga. Nah orang yang kita ajak ini juga harus nawarin ke dua orang yang lain. Dan begitu seterusnya. Istilahnya kaya bikin piramida gitu (sering disebut phonzi scheme).

 

on_seb ponzi schemes_target1

Yang bikin kaget adalah, walaupun udah banyak yang tahu kerugiannya, bisnis ini masih hidup sampe sekarang, dalam berbagai bentuk. Dan baru aja, beberapa menit yang lalu aku dapet chat dari temen yang mau ngejelasin tentang talkfusion. Emang sih dia bilang nggak nyuruh aku buat gabung, tapi mau nawarin ke bagian marketing kantor (padal di kantor ini nggak ada bagian marketing)

Dari awal, waktu dia bilang dia ikut MLM dan mau ngejelasin langsung aja aku bilang nggak tertarik (mode jutek : ON). Dan pada akhirnya dia cuma sempet ngejelasin kalo ini adalah produk IT bisa buat rapat, ngiklan, bla bla bla. Dan bilang dia nggak peduli bonus, cuma mau pake produknya dan nyari dua downline buat nutup modal.

Ya berhubung aku nggak sempet dapet penjelasan, buat yang mau tahu tentang (bahaya) talkfushion, nih aku kasih link nya.

hati hati bisnis talkfushion

review talkfushion

O iya, ati ati juga sama bisnis yang bilang “ini bukan MLM kok” tapi ada iming iming bonus besar kalo join dan minta ajak orang biar dapet tambahan bonus. Karena bisa dipastikan itu bisnis MLM.

 

Daur Ulang Kantong Kresek

Standar

Sebagai seorang pecinta alam dan bukan sekedar penikmat alam (sok banget dah), aku berusaha untuk menerapkan prinsip go green di kehidupan sehari-hari. Dari matiin lampu dan nyabut colokan listrik tiap berangkat di kantor, bawa minum sendiri kalo keluar rumah (kecuali di kantor. kan udah ada gelas), juga nolak kantong kresek selama belanjaan bisa kita tenteng atau bisa masuk tas.

Tapi kadang tetep aja kita sulit untuk ngehindar dari kantong kresek ini. Biasanya sih kantong ini aku pake lagi entah buat kantong sampah, wadah baju kotor atau sepatu atau alat mandi kalo pergi-pergi, buat packing segala macam barang termasuk handphone dan dompet kalo ada kegiatan luar terutama naik gunung.

Solusi lain ya daur ulang alias recycle. Ada banyak kok cara buat recycle tas kresek. Kalian bisa googling di internet (tips:search dengan keyword bahasa inggris. biasanya hasilnya lebih beragam dan mereka nyajiin tutorialnya). Aku juga pernah liat ada yang bikin buku untuk daur ulang tas kresek ini.

Secara teknik, ada empat teknik dasar yang umum dipakai untuk daur ulang tas kresek ini. Teknik pertama adalah pelintir. Jadi tas kresek ini kita pelintir yang hasilnya jadi semacam tali. Bisa juga dikepang/dianyam sih. Ya intinya nanti akan membentuk semacam tali yang nantinya bisa kita rangkai entah jadi gelang atau tas atau terserah kalian

Teknik kedua adalah dengan membentuk semacam pita. Jadi tas kresek ini kita lipat sampai jadi semacam pita. Biasanya sih “pita” ini nantinya dianyam sampai membentuk benda yang diinginkan.

Teknik ketiga adalah rajut. Nah kresek ini kita gunting gunting sampai jadi lingkaran dengan lebar tertentu, terus kita sambung jadi “benang” yang nantinya bisa kita rajut. Kalo punya hakpen/jarum rajut ukuran besar sih enak. Kalo nggak punya ya kreseknya kita potong kecil. Atau bisa juga kita belajar merajut dengan jari.

Ini ada link web dan video cara bikin benangnya dan cara ngerajut pake jari

how to make plastic yarn

Cara keempat adalah teknik setrika. Jadi lembaran tas kresek yang udah kita potong bagian atas dan bawahnya ini kita setrika dan jadi lembaran yang cukup kaku. Nyetrika ini ada triknya lho yaitu harus kita tutup kertas dulu. Bisa dibayangin dong kalo setrikaannya langsung kena plastik. Yang ada tu kresek langsung meleleh dan setrika kita nggak bisa dipake. Aku kasih link buat caranya ya

Fusing Plastic Bag

Nah, buat yang satu ini aku udah cobain nih bikin dompet sederhana. Sebenernya sih kalo mau lebih bagus kita bisa jahit. Cuma perpaduan antara mesin jahit yang suka ngambek, posisi udah malem dan mesin jahit itu lumayan berisik, dan males (ini alasan utama sebenernya), akhirnya aku pake duct tape buat gabungin bagian-bagiannya. (PS:duct tape itu semacam selotip yang kaya lakban buat jilid tapi super lengket kaya selotip kabel dan punya banyak warna. Aku sih nemunya di gramedia, cuma emang agak sulit nyarinya)

Berhubung semalem berkutat dengan duct tape yang super lengket itu, jadi nggak bisa banyak motret dan cuma dapet 4 foto deh.

Setelah disetrika, potong sesuai ukuran yang dibutuhkan

Setelah disetrika, potong sesuai ukuran yang dibutuhkan

DSC_0011

Setelah ditempel bagian-bagiannya

Setelah ditempel bagian-bagiannya

Hasil akhirnya. Ada 1 kantong utama untuk uang kertas dan 4 slot kartu

Hasil akhirnya. Ada 1 kantong utama untuk uang kertas dan 4 slot kartu

berhubung aku nggak bikin tutorialnya, jadi aku tunjukin tutorial yang kurang lebih sama ya

mari dicoba, mari menjadi orang yang lebih baik dan lebih peduli dengan lingkungan sekitar.

 

PS : posting tentang kerajinan daur ulang lainnya ada disini